Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Murtad Itu Karena Kesombongan

Tersebutlah seorang raja, Jabalah bin Aiham. Pengusaha kerajaan Ghassan.. Sangat tertarik dengan islam. Diapun menulis surat kepada Khalifah Umar radhiyallahu anhu meminta izin untuk datang ke Madinah, memeluk islam. Spontan Umar dan kaum muslimin sangat senang dengan maksud si Raja yang dulunya nasrani ini.

Beliau menulis balasan, "Silakan datang untuk bergabung dengan kami. Kita memiliki dan kewajiban yang sama." Datanglah Jabalah bersama 500 penunggang kuda dari pasukannya. 

Ketika sudah dekat kita madinah, dia memakai baju yang dipintal dengan emas.., dan memakai mahkota kepala dengan manik-manik permata.

Sementara pasukannya memakai baju yang sangat indah. Masuklah Jabalah bersama pasukannya ke kota Madinah. 

Tidak ada satupun penduduk Madinah, kecuali semua mata mereka terbelalak melihat raja Ghassan. Sampai anak-anak dan wanita. Setelah sampai di rumah Umar, beliau menyambutnya dan mengajaknya duduk mendekat

Sang raja memang benar masuk islam.., hingga akhirnya datang musim haji.

Pada musim haji kali ini, Umar melaksanakan haji, demikian pula Jabalah. Di sinilah mulai muncul masalah. Ketika thawaf, tiba-tiba kain ihram Jabalah terinjak seorang yang fakir dari suku Fazarah. 

Melihat hal itu, Jabalah langsung marah besar dan menempeleng si fakir, hingga hidungnya terluka. Si fakirpun marah, dan dia hanya bisa mengadu kepada Umar bin Khatab, sang Khalifah yang adil nan bijaksana.

Setelah Jabalah menghadap Umar, terjadilah dialog,

"Apa sebabnya kamu menampar saudaramu ketika thawaf, wahai Jabalah? Sampai hidungnya terluka." Tanya Amirul Mukminin.

"Dia menginjak kain ihramku. Andaikan bukan karena menghormati Kabah, ingin kupenggal kepalanya." Jawab si raja.

"Nah, sekarang kamu sudah mengakui. Ada dua pilihan, bayar denda kepadanya yang membuat dia merelakan kesalahanmu atau qishas, dan aku akan menampar wajahmu." Umar memutuskan.

"Saya diqishas? Saya raja dan dia jongos!" Jabalah keheranan.

"Wahai Jabalah, Sesungguhnya islam menyamakan statusmu dengan dia. Tidak ada yang membuat lebih mulia selain taqwa." Jawab Umar.

"Kalau begitu, saya akan balik nasrani." Tukas Jabalah.

"Siapa yang mengganti agamanya (murtad) maka dia dibunuh jika kamu kembali jadi nasrani, aku akan penggal kepalamu." Jawab Umar tegas.

"Berikan aku waktu sampai besok, wahai amirul mukminin." Pinta Jabalah

"Ya, kami tunggu." Jawab Umar.

Malam harinya, Jabalah dan beberapa tentaranya keluar dari Mekah. Dia menuju Konstatinopel dan kembali nasrani.

Setelah berlalu waktu yang lama dia tinggal di negeri nasrani, kesempatan menikmati lezatnya dunia mulai berkurang.. seiring dengan berkurangnya kemampuan indera manusia untuk menikmati dunia.

Tinggallah kerugian. Jabalah masih mengingat kenangan indah ketika menjadi muslim. Dia ingat betapa lezatnya shalat dan puasa bersama kaum muslimin.

Suatu ketika dia melantunkan bait syair sambil menangis,

Orang terhormat menjadi nasrani karena tamparan *** Andaikan dia bersabar, itu tidak membahayakan dirinya. Aku terdorong melakukannya karena kebanggaan dan kehormatan *** yang saat ini kutukar dengan mata yang buta. Andaikan ibuku tidak melahirkanku, duh andaikan aku *** kembali pada keputusan Umar. Duh andaikan aku memperhatikan si fakir *** dan aku berjalan di suku Rabiah dan Mudhor. Andaikan aku di syam, dengan hidup yang lebih sengsara *** saya duduk bersama rakyatku, dengan tuli dan buta.

Jabalah tak kuasa untuk kembali masuk islam. Dia tetap masuk nasrani sampai mati.. mati di atas kekufuran karena sikap sombongnya untuk tunduk pada aturan Tuhan semesta alam. [ ]

Sumber: Syabakah Al-MiSykah Al-Islamiyah

READ MORE - Murtad Itu Karena Kesombongan

Inilah Tiga Kata Ajaib Yang Bisa Merubah Dunia

Setidaknya ada tiga kata ajaib yang dapat Anda teladankan pada buah hati Anda sejak mereka masih belia. Anda teladankan memiliki arti: Anda yang terlebih dulu mempraktekkannya pada mereka.

Jangan pernah menyuruh anak-anak melakukan sesuatu yang Anda sendiri tidak mau lakukan. Teladan Anda berbicara lebih kuat dari kata-kata Anda.

Maaf

Jika Anda ingin anak Anda meminta maaf untuk sebuah kelalaian atau kesalahan, ada baiknya Anda mulai mengajarkan dan menerapkan hal itu di rumah Anda. Minta maaflah kepada mereka jika Anda melakukan kesalahan.

Anak-anak justru akan lebih menghormati Anda jika Anda berani meminta maaf. Hal ini juga menunjukkan kebesaran hati Anda.

Biasakan mereka untuk minta maaf dengan sungguh-sungguh, bukan sembarangan minta maaf lalu melakukan kesalahan yang sama berulang kali.

Tolong

Setiap manusia menyukai kata ini. Ada unsur penghargaan yang lebih dalam kata ini. Ajarkan mereka untuk selalu meminta sesuatu dengan sopan.

Misalkan di rumah Anda ada pembantu, maka Anda bisa mengajarkan pada mereka untuk mengatakan tolong tiap kali mereka menyuruh si pembantu melakukan sesuatu.

Anda pun juga harus begitu. Hal ini mengajarkan pada anak supaya mereka tidak main perintah bahkan terhadap orang yang lebih 'rendah' kedudukannya.

Terima Kasih

Biasakan diri Anda untuk memberikan penghargaan pada anak-anak Anda. Anda tidak perlu selalu memberikan hadiah pada mereka tiap kali mereka melakukan sesuatu yang membanggakan, cukup katakan terima kasih.

Ajarkan mereka juga untuk selalu berterima kasih pada orang lain.

Anak-anak perlu diajari berulang-ulang, perlu dibimbing, perlu dilatih, dan yang paling penting mereka meneladani orang-orang terdekatnya.

Anda sebagai orang tuanya pun akan mendapat kebanggaan tersendiri, jika mereka tumbuh menjadi orang-orang yang sopan dan berkarakter baik.

READ MORE - Inilah Tiga Kata Ajaib Yang Bisa Merubah Dunia

Daftar Denda Tilang Pelanggaran Lalu-Lintas untuk Roda Dua

Daftar Denda Tilang Pelanggaran Lalu-Lintas untuk Roda Dua

Sanksi pelanggaran lalu lintas di jalan raya semakin berat. Dalam undang-undang tentang lalu lintas yang terbaru, sanksi denda atau tilang naik sekitar 10 kali lipat dengan kisaran Rp 250 ribu hingga Rp 1 juta. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang disahkan DPR pada 22 Juni 2009. Berikut daftar tilang untuk kendaraan bermotor terhadap pelanggaran lalu lintas :

1. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281).

2. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang memiliki SIM namun tak dapat menunjukkannya saat raziadipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 288 ayat 2).

3. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 280).

4. Setiap pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 285 ayat 1).

5. Setiap pengendara mobil yang tidak memenuhi persyaratan teknis seperti spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu rem, kaca depan, bumper, penghapus kaca dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 285 ayat 2).

6. Setiap pengendara mobil yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan berupa ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 278).

7. Setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintasdipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 1).

8. Setiap pengendara yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 5).

9. Setiap pengendara yang tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 288 ayat 1).

10. Setiap pengemudi atau penumpang yang duduk disamping pengemudi mobil tak mengenakan sabuk keselamatan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 289).

11. Setiap pengendara atau penumpang sepeda motoryang tak mengenakan helm standar nasional dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 291 ayat 1).

12. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah). (Pasal 293 ayat 1)

13. Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang harisebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 (lima belas) hari atau denda paling banyak Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah). (Pasal 293 ayat 2)

14. Setiap pengendara sepeda motor yang akan berbelok atau balik arah tanpa memberi isyarat lampudipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 294).

CATATAN PENTING

Demi keselamatan anda dan orang lain, jangan menggunakan Ponsel atau mengetik SMS saat mengendarai kendaraan. Berkendaralah dengan bijak, saling menghargai sesama pengguna jalan, serta patuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.

READ MORE - Daftar Denda Tilang Pelanggaran Lalu-Lintas untuk Roda Dua

Pengertian Syarat Dalam Jual Beli

Syarat dalam jual beli adalah syarat yang disepakati oleh kedua pihak yang sedang melakukan akad jual beli, seperti sang pembeli mensyaratkan bahwa pembayarannya dicicil dan penjual meminta jaminan tertentu dari pembeli, atau si pembeli meminta untuk meminta waktu tiga hari untuk mempertimbangkan pembelian barang tertentu.

Perbedaan antara istilah: “Syarat dalam jual beli” dan “Syarat jual beli.”

Ada beberapa perbedaan antara dua istilah tersebut, diantaranya adalah :

Pertama: Syarat jual beli ditentukan oleh syariat Islam. Sedangkan syarat dalam jual beli yang menentukan adalah salah satu dari dua pihak yang melakukan transaksi.

Kedua: Syarat jual beli merupakan syarat sahnya suatu akad, berbeda dengan syarat dalam jual beli yang bukan merupakan syarat sahnya suatu akad tetapi hanya syarat yang mewajibkan salah satu dari dua pihak yang bertransaksi.

Ketiga: Syarat jual beli tidak bisa digugurkan, sedangkan syarat dalam jual beli bisa digugurkan menurut kesepakatan kedua belah pihak.

Keempat: Syarat jual beli semuanya benar dan berlaku, karena berasal dari syariah, berbeda dengan syarat dalam jual beli, yang sebagiannya sah dan sebagian lainnya tidak sah serta tidak berlaku, karena yang meletakkan adalah manusia yang bisa benar dan salah.(Ibnu al-Utsaimin, asy-Syarhu al-Mumti’ : 3/ 485 )

Macam-macam Syarat Dalam Jual Beli

Syarat dalam jual beli dibagi menjadi dua : Syarat yang sah dan syarat yang batil

Macam Pertama: Syarat Yang Sah

Al-Mardawaih di dalam Al-Inshof ( 4/ 245) membagi syarat dalam jual beli yang sah menjadi tiga macam :
  1. Syarat yang sesuai dengan tujuan jual beli, seperti mensyaratkan bahwa barang harus bisa diambil, dan pembayaran harus tunai.
  2. Syarat yang di dalamnya terdapat maslahat akad, seperti orang yang mensyaratkan untuk menjual barangnya dengan cara kredit, atau meminta jaminan dalam pembayarannya, atau pembeli mensyaratkan barangnya harus yang bagus.
  3. Syarat tertentu yang bermanfaat bagi penjual atau pembeli, seperti seseorang menjual rumah dengan syarat ditempati terlebih dahulu selama sebulan. (lihat juga al-Bahuti dalam ar-Raudh al-Murabi’: 1/215)
Dalil kebolehan syarat-syarat di atas adalah hadist Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya :

بِعْنِيهِ بِأوقِيَّةٍ ، قُلْتُ: لَا، ثُمَّ قَالَ: بِعْنِيهِ فَبِعْتُهُ بأِوقِيَّةٍ, وَاشْتَرَطْتُ حُمْلَانَهُ إِلَى أَهْلِي

"Juallah untamu padaku dengan satu uqiyyah.” Aku berkata: ” Tidak”. Beliau bersabda lagi: “Juallah ia padaku”. Lalu aku menjualnya dengan satu uqiyyah, namun aku memberikan syarat agar unta itu membawa barang-barang yang di atasnya dahulu pada keluargaku. (HR. Bukhari dan Muslim)

Macam Kedua: Syarat Yang Batil

Syarat yang batil ini dibagi pula menjadi tiga macam :

Pertama: Syarat yang bertentangan dengan tujuan akad jual beli, seperti mensyaratkan adanya akad lain (sewa-penyewa atau akad utang piutang) dalam akad jual beli. Sebagai contoh, seseorang berkata : “Saya menjual rumah kepadamu dengan harga sekian tapi syaratnya kamu harus membeli mobil saya dengan harga sekian.”

Kedua: Syarat yang bertentangan dengan tujuan jual beli, tetapi tidak membatalkan akad, seperti seseorang yang menjual suatu barang dengan mensyaratkan agar tidak rugi dalam jual belinya, atau seseorang yang menjual mobil tetapi mensyaratkan kepada pembelinya agar tidak menjualnya atau memberikannya kepada orang lain.

Syarat-syarat di atas bertentangan dengan tujuan jual beli, karena seseorang yang sudah membeli barang dari orang lain, maka dia berhak memperlakukan barang tersebut sesuai dengan kehendaknya. Kalau hal itu disyaratkan oleh penjual, maka syarat itu adalah syarat yang batil.

Ini berdasarkan hadist Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ شَرْطٍ لَيْسَ فِي كِتَابِ اللَّهِ فَهُوَ بَاطِلٌ , وَإِنْ كَانَ مِائَةَ شَرْطٍ

"Setiap syarat yang tidak terdapat di dalam Kitab Allah adalah batil, walaupun seratus syarat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketiga: Mensyaratkan jual beli dengan sesuatu yang belum terjadi. Syarat seperti ini batil dan jual belinya juga batil dan tidak sah. Seperti penjual mobil berkata : ” Saya jual mobil ini kepadamu jika bapak saya rela, atau saya jual mobil ini, jika saya pergi ke luar kota.”

Hukum Akad dalam Akad Lain

Para ulama sepakat bahwa tidak boleh seseorang membuat akad jual beli yang disyaratkan didalamnya pinjaman, atau sebaliknya tidak boleh meminjamkan sesuatu kepada orang lain dengan mensyaratkan adanya jual beli.

Larangan ini berdasarkan hadist Abdullah bin Amru radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَا يَحِلُّ سَلَفٌ وَبَيْعٌ وَلَا شَرْطَانِ فِي بَيْعٍ وَلَا رِبْحُ مَا لَمْ تَضْمَنْ وَلَا بَيْعُ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ

:Tidak halal menjual sesuatu dengan syarat memberikan hutang, dan tidak halal dua syarat dalam satu transaksi, dan tidak halal keuntungan menjual sesuatu yang belum engkau jamin, serta tidak halal menjual sesuatu yang bukan milikmu.”

(Berkata Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram (232) : Hadist diriwayatkan oleh al-Khomsah, dan disahihkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Huzaimah serta Hakim )

Tetapi para ulama berbeda pendapat tentang syarat akad dalam akad selain jual beli yang disyaratkan pinjaman di dalamnya:

Pendapat Pertama: Tidak boleh sama sekali mensyaratkan suatu akad dalam akad lain. Ini pendapat mayorita ulama.

Tetapi mereka sendiri masih berbeda pendapat apakah syarat yang batil, akan mempengaruhi keabsahan akad?

Syekh Al-Bahuti salah satu ulama al-Hanabilah berpendapat bahwa jika syaratnya batil, maka akadnya secara otomatis juga batil.

Sedangkan riwayat lain dari madzhab Hanabilah mengatakan bahwa walaupun syaratnya batil, tetapi akadnya tetap sah, artinya syarat yang batil tidak mempengaruhi keabsahan suatu akad. Disini mereka membedakan antara akad dan syarat.

Dalilnya adalah hadist Barirah, ketika Aisyah ingin memerdekakan Barirah dari perbudakan dengan tebusan sejumlah uang, majikan Barirah tidak mengijinkannya, kecuali dengan syarat bahwa wala’nya untuk mereka. Syarat ini adalah batil, yang benar bahwa wala’nya untuk yang memerdekakannya, yaitu untuk Aisyah.

Karena mereka memaksakan syarat yang batil tersebut, maka Rasulullah menyarankan kepada Aisyah untuk menyetujui syarat yang batil tersebut, tetapi nantinya tidak dianggap, dan akadnya tetap sah. Beliau bersabda :

خُذِيهَا وَاشْتَرِطِي لَهُمُ اَلْوَلَاءَ, فَإِنَّمَا اَلْوَلَاءُ لِمَنْ أَعْتَقَ , فَفَعَلَتْ عَائِشَةُ

"Ambillah dan berilah persyaratan wala’ itu kepada mereka, sebab wala’ itu hanya bagi orang yang memerdekakan.” Lalu Aisyah melakukan hal itu. (HR. Bukhari dan Muslim )

Pendapat kedua: Tidak boleh berkumpul tujuh akad lain dengan akad jual beli yang teringkas dalam kata: Jusho Musyniq (Ju’alah, Shorof, Musaqoh, Syirkah, Nikah, dan Qiradh).

Pendapat Ketiga: Dibolehkan mensyaratkan adanya akad dalam akad selama tidak menyebabkan adanya riba’ dan penipuan. Ini pendapat Malikiyah, Ibnu al-Arabi, Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim.

Mereka beralasan bahwa pada asalnya suatu akad dan persyaratan adalah hal yang dibolehkan, kecuali apa yang telah diharamkan dalam syariat. Ini berdasarkan keumuman firman Allah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

"Wahai orang-orang beriman tunaikanlah janji-janjimu.” (QS. al-Maidah : 1)

Wallahu A’lam…

(Oleh: Dr. Ahmad Zain An-Najah, MA Direktur Pesantren Tinggi Al-Islam, Pondok Gede, Bekasi di ahmadzain.com)

READ MORE - Pengertian Syarat Dalam Jual Beli

Pahamilah Makna Hijrah Yang Sesungguhnya

Kita kembali bertemu dengan awal tahun baru hijrah, 1438 Hijrah. Tapi, pergantian tahun ini masih diiringi keprihatinan atas kondisi buruk umat Islam dalam segala aspek kehidupan.

Makna Hijrah

Menurut Al-Qâmûs al-Muhîth “hijrah” berasal dari kata hajara yang berarti berpindah dari suatu tempat ke tempat lain, dari suatu keadaan ke keadaan yang lain. Fuqoha mendefinisikan hijrah sebagai: keluar dari darul kufur menuju Darul Islam. Definisi tersebut diambil dari fakta hijrah Nabi saw. dari Makkah (saat itu darul kufur) ke Madinah (kemudian jadi Darul Islam)

Masyarakat Pasca Hijrah

Pasca Rasulullah saw. hijrah ke Madinah, dan membangun Negara Islamiyah, keadaan masyarakat berubah, jauh berbeda dengan masyarakat Jahiliah.

Pahamilah Makna Hijrah Yang Sesungguhnya

Pertama:

Akidah, akidah Islam mendominasi serta menjadi asas tunggal negara dan masyarakat, Syariah Islam diterapkan secara menyeluruh sebagai aturan.

Kedua:

Sosial, kehidupan sosial penuh dengan kedamaian dan ketenteraman. Segala bentuk kemaksiatan dan kriminalitas diberantas dengan hukum Islam yang tegas.

Ketiga:

Ekonomi, ekonomi berbasis riba dan kecurangan dihapus dan diberantas. Sedangkan, cara-cara meraih kekayaan yang syar’i dibuka lebar.

Keempat:

Politik, Islam dan kaum Muslim benar-benar diperhitungkan dan disegani oleh bangsa lain. Hidayah dan kekuasaan Islam kian meluas dengan dakwah dan jihad oleh negara.

Jahiliah Modern

Kondisi masyarakat saat ini sangat mirip dengan masyarakat Jahiliah sebelum hijrah, sebagian ulama menyebutnya sebagai “Jahiliah Modern”

Perubahan Menuju Khilafah

Awal tahun Tahun Baru Hijrah dan hari-hari ke depan sejatinya adalah masa tuk terus menggelorakan kebangkitan Islam menuju perubahan hakiki.

Perubahan itu tak mungkin tercapai kecuali dengan dua hal, yakni membangun kekuatan politik internasional yang menyatukan seluruh potensi kaum Muslim (Khilafah Islam), serta menerapkan Syariah Islam secara kâffah di dalamnya.
Sumber : Al Islam No.824, 27Dzulhijjah 1437H / 30 September 2016

READ MORE - Pahamilah Makna Hijrah Yang Sesungguhnya

Makna dan Hakikat Cinta, Rindu dan Cemburu

Banyak orang berbicara tentang masalah ini tapi tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Atau tidak menjelaskan batasan-batasan dan maknanya secara syar’i. Dan kapan seseorang itu keluar dari batasan-batasan tadi. Dan seakan-akan yang menghalangi untuk membahas masalah ini adalah salahnya pemahaman bahwa pembahasan masalah ini berkaitan dengan akhlaq yang rendah dan berkaitan dengan perzinahan, perkataan yang keji. Dan hal ini adalah salah. Tiga perkara ini adalah sesuatu yang berkaitan dengan manusia yang memotivasi untuk menjaga dan mendorong kehormatan dan kemuliaannya. Aku memandang pembicaraan ini yang terpenting adalah batasannya, penyimpangannya, kebaikannya, dan kejelekannya. Tiga kalimat ini ada dalam setiap hati manusia, dan mereka memberi makna dari tiga hal ini sesuai dengan apa yang mereka maknai.

Cinta (Al-Hubb)

Cinta, Rindu dan Cemburu

Cinta yaitu Al-Widaad yakni kecenderungan hati pada yang dicintai, dan itu termasuk amalan hati, bukan amalan anggota badan/dhahir. Pernikahan itu tidak akan bahagia dan berfaedah kecuali jika ada cinta dan kasih sayang diantara suami-isteri. Dan kuncinya kecintaan adalah pandangan. Oleh karena itu, Rasulullah Sawmenganjurkan pada orang yang meminang untuk melihat pada yang dipinang agar sampai pada kata sepakat dan cinta, seperti telah kami jelaskan dalam bab Kedua.

Sungguh telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Nasa’i dari Mughirah bin Su’bah r.a berkata : “Aku telah meminang seorang wanita”, lalu Rasulullah Sawbertanya kepadaku : “Apakah kamu telah melihatnya ?” Aku berkata : “Belum”, maka beliau bersabda : “Maka lihatlah dia, karena sesungguhnya hal itu pada akhirnya akan lebih menambah kecocokan dan kasih sayang antara kalian berdua”

Sesungguhnya kami tahu bahwa kebanyakan dari orang-orang, lebih-lebih pemuda dan pemudi, mereka takut membicarakan masalah “cinta”, bahkan umumnya mereka mengira pembahasan cinta adalah perkara-perkara yang haram, karena itu mereka merasa menghadapi cinta itu dengan keyakinan dosa dan mereka mengira diri mereka bermaksiat, bahkan salah seorang diantara mereka memandang, bila hatinya condong pada seseorang berarti dia telah berbuat dosa.

Kenyataannya, bahwa di sini banyak sekali kerancuan-kerancuan dalam pemahaman mereka tentang “cinta” dan apa-apa yang tumbuh dari cinta itu, dari hubungan antara laki-laki dan perempuan. Dimana mereka beranggapan bahwa cinta itu suatu maksiat, karena sesungguhnya dia memahami cinta itu dari apa-apa yang dia lihat dari lelaki-lelaki rusak dan perempuan-perempuan rusak yang diantara mereka menegakkan hubungan yang tidak disyariatkan. Mereka saling duduk, bermalam, saling bercanda, saling menari, dan minum-minum, bahkan sampai mereka berzina di bawah semboyan cinta. Mereka mengira bahwa ‘cinta’ tidak ada lain kecuali yang demikian itu. Padahal sebenarnya tidak begitu, tetapi justru sebaliknya.

Sesungguhnya kecenderungan seorang lelaki pada wanita dan kecenderungan wanita pada lelaki itu merupakan syahwat dari syahwat-syahwat yang telah Allah hiaskan pada manusia dalam masalah cinta. Artinya Allah menjadikan di dalam syahwat apa-apa yang menyebabkan hati laki-laki itu cenderung pada wanita, sebagaimana firman Allah Swt :

["Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak,..."] Ali-’Imran : 14

Allah lah yang menghiasi bagi manusia untuk cinta pada syahwat ini, maka manusia mencintainya dengan cinta yang besar, dan sungguh telah tersebut dalam hadits bahwa Nabi Saw bersabda :

["Diberi rasa cinta padaku dari dunia kalian : wanita dan wangi-wangian dan dijadikan penyejuk mataku dalam sholat"] HR Ahmad, Nasa’i, Hakim dan Baihaqi.

Andaikan tidak ada rasa cinta lelaki pada wanita atau sebaliknya, maka tidak ada pernikahan, tidak ada keturunan dan tidak ada keluarga. Namun, Allah Swt tidaklah menjadikan lelaki cinta pada wanita atau sebaliknya supaya menumbuhkan diantara keduanya hubungan yang diharamkan, tetapi untuk menegakkan hukum-hukum yang disyari’atkan dalam bersuami isteri, sebagaimana tercantum dalam hadits Ibnu Majah, dari Abdullah bin Abbas r.a berkata : telah bersabda Rasulullah Saw:

["Tidak terlihat dua orang yang saling mencintai, seperti pernikahan"]
Dan agar orang-orang Islam menjauhi jalan-jalan yang rusak atau keji, maka Allah telah menyuruh yang pertama kali agar menundukan pandangan, karena ‘pandangan’ itu kuncinya hati, dan Allah telah haramkan semua sebab-sebab yang mengantarkan pada fitnah, dan kekejian, seperti berduaan dengan orang yang bukan mahramnya, bersenggolan, bersalaman, berciuman antara lelaki dan wanita, karena perkara ini dapat menyebabkan condongnya hati. Maka bila hati telah condong, dia akan sulit sekali menahan jiwa setelah itu, kecuali yang dirahmati Allah Swt.

Bahwa Allah tidak akan menyiksa manusia dalam kecenderungan hatinya. Akan tetapi manusia akan disiksa dengan sebab jika kecenderungan itu diikuti dengan amalan-amalan yang diharamkan. Contohnya : apabila lelaki dan wanita saling pandang memandang atau berduaan atau duduk cerita panjang lebar, lalu cenderunglah hati keduanya dan satu sama lainnya saling mencinta, maka kecondongan ini tidak akan menyebabkan keduanya disiksanya, karena hal itu berkaitan dengan hati, sedang manusia tidak bisa untuk menguasai hatinya. Akan tetapi, keduanya diazab karena apa yang dia lakukan. Dan karena keduanya melakukan sebab-sebab yang menyampaikan pada ‘cinta’, seperti perkara yang telah kami sebutkan. Dan keduanya akan dimintai tajawab, dan akan disiksa juga dari setiap keharaman yang dia perbuat setelah itu.

Adapun cinta yang murni yang dijaga kehormatannya, maka tidak ada dosa padanya, bahkan telah disebutkan olsebagian ulama seperti Imam Suyuthi, bahwa orang yang mencintai seseorang lalu menjaga kehormatan dirinya dan dia menyembunyikan cintanya maka dia diberi pahala, sebagaimana akan dijelaskan dalam ucapan kami dalam bab ‘Rindu’. Dan dalam keadaan yang mutlak, sesungguhnya yang paling selamat yaitu menjauhi semua sebab-sebab yang menjerumuskan hati dalam persekutuan cinta, dan mengantarkan pada bahaya-bahaya yang banyak, namun …..sangat sedikit mereka yang selamat.

Rindu (Al-’Isyq)

Rindu itu ialah cinta yang berlebihan, dan ada rindu yang disertai dengan menjaga diri dan ada juga yang diikuti dengan kerendahan. Maka rindu tersebut bukanlah hal yang tercela dan keji secara mutlak. Tetapi bisa jadi orang yang rindu itu, rindunya disertai dengan menjaga diri dan kesucian, dan kadang-kadang ada rindu itu disertai kerendahan dan kehinaan.

Sebagaimana telah disebutkan, dalam ucapan kami tentang cinta maka rindu juga seperti itu, termasuk amalan hati, yang orang tidak mampu menguasainya. Tapi manusia akan dihisab atas sebab-sebab yang diharamkan dan atas hasil-hasilnya yang haram. Adapun rindu yang disertai dengan menjaga diri padanya dan menyembunyikannya dari orang-orang, maka padanya pahala, bahkan Ath-Thohawi menukil dalam kitab Haasyi’ah Marakil Falah dari Imam Suyuthi yang mengatakan bahwa termasuk dari golongan syuhada di akhirat ialah orang-orang yang mati dalam kerinduan dengan tetap menjaga kehormatan diri dan disembunyikan dari orang-orang meskipun kerinduan itu timbul dari perkara yang haram sebagaimana pembahasan dalam masalah cinta.

Makna ucapan Suyuthi adalah orang-orang yang memendam kerinduan baik laki-laki maupun perempuan, dengan tetap menjaga kehormatan dan menyembunyikan kerinduannya sebab dia tidak mampu untuk mendapatkan apa yang dirindukannya dan bersabar atasnya sampai mati karena kerinduan tersebut maka dia mendapatkan pahala syahid di akhirat. Hal ini tidak aneh jika fahami kesabaran orang ini dalam kerinduan bukan dalam kefajiran yang mengikuti syahwat dan dia bukan orang yang rendah yang melecehkan kehormatan manusia bahkan dia adalah seorang yang sabar, menjaga diri meskipun dalam hatinya ada kekuatan dan ada keterkaitan dengan yang dirindui, dia tahan kekerasan jiwanya, dia ikat anggota badannya sebab ini di bawah kekuasaannya. Adapun hatinya dia tidak bisa menguasai maka dia bersabar atasnya dengan sikap afaf (menjaga diri) dan menyembunyikan kerinduannya sehingga dengan itu dia mendapat pahala.

Cemburu (Al-Ghairah)

Cemburu ialah kebencian seseorang untuk disamai dengan orang lain dalam hak-haknya, dan itu merupakan salah satu akibat dari buah cinta. Maka tidak ada cemburu kecuali bagi orang yang mencintai. Dan cemburu itu termasuk sifat yang baik dan bagian yang mulia, baik pada laki-laki atau wanita.

Ketika seorang wanita cemburu maka dia akan sangat marah ketika suaminya berniat kawin dan ini fitrah padanya. Sebab perempuan tidak akan menerima madunya karena kecemburuannya pada suami, dia senang bila diutamakan, sebab dia mencintai suaminya. Jika dia tidak mencintai suaminya, dia tidak akan peduli (lihat pada bab I). Kita tekankan lagi disini bahwa seorang wanita akan menolak madunya, tetapi tidak boleh menolak hukum syar’i tentang bolehnya poligami. Penolakan wanita terhadap madunya karena gejolak kecemburuan, adapun penolakan dan pengingkaran terhadap hukum syar’i tidak akan terjadi kecuali karena kelalaian dan kesesatan. Adapun wanita yang shalihah, dia akan menerima hukum-hukum syariat dengan tanpa ragu-ragu, dan dia yakin bahwa padanya ada semua kebaikan dan hikmah. Dia tetap memiliki kecemburuan terhadap suaminya serta ketidaksenangan terhadap madunya.

Kami katakan kepada wanita-wanita muslimah khususnya, bahwa ada bidadari yang jelita matanya yang Allah Swt jadikan mereka untuk orang mukmin di sorga. Maka wanita muslimat tidak boleh mengingkari adanya ‘bidadari’ ini untuk orang mukmin atau mengingkari hal-hal tersebut, karena dorongan cemburu. Maka kami katakan padanya :

Dia tidak tahu apakah dia akan berada bersama suaminya di surga kelak atau tidak.

Bahwa cemburu tidak ada di surga, seperti yang ada di dunia.

Bahwasanya Allah Swt telah mengkhususkan juga bagi wanita dengan kenikmatan-kenikmatan yang mereka ridlai, meski kita tidak mengetahui secara rinci.

Surga merupakan tempat yang kenikmatannya belum pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terbetik dalam hati manusia, seperti firman Allah Swt

["Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan"] As-Sajdah : 17

Oleh karena itu, tak seorang pun mengetahui apa yang tersembunyi bagi mereka dari bidadari-bidadari penyejuk mata sebagai balasan pada apa-apa yang mereka lakukan. Dan di sorga diperoleh kenikmatan-kenikmatan bagi mukmin dan mukminat dari apa-apa yang mereka inginkan, dan juga didapatkan hidangan-hidangan, dan akan menjadi saling ridho di antara keduanya sepenuhnya. Maka wajib bagi keduanya (suami-isteri) di dunia ini untuk beramal sholeh agar memperoleh kebahagiaan di sorga dengan penuh kenikmatan dan rahmat Allah Swt yang sangat mulia lagi pemberi rahmat.

Adapun kecemburuan seorang laki-laki pada keluarganya dan kehormatannya, maka hal tersebut ‘dituntut dan wajib’ baginya karena termasuk kewajiban seorang laki-laki untuk cemburu pada kehormatannya dan kemuliaannya. Dan dengan adanya kecemburuan ini, akan menolak adanya kemungkaran di keluarganya. Adapun contoh kecemburuan dia pada isteri dan anak-anaknya, yaitu dengan cara tidak rela kalau mereka telanjang dan membuka tabir di depan laki-laki yang bukan mahramnya, bercanda bersama mereka, hingga seolah-olah laki-laki itu saudaranya atau anak-anaknya.

Anehnya bahwa kecemburuan seperti ini, di jaman kita sekarang dianggap ekstrim-fanatik, dan lain-lain. Akan tetapi akan hilang keheranan itu ketika kita sebutkan bahwa manusia di jaman kita sekarang ini telah hidup dengan adat barat yang jelek. Dan maklum bahwa masyarakat barat umumnya tidak mengenal makna aib, kehormatan dan tidak kenal kemuliaan, karena serba boleh (permisivisme), mengumbar hawa nafsu kebebasan saja. Maka orang-orang yang mengagumi pada akhlaq-akhlaq barat ini tidak mau memperhatikan pada akhlaq Islam yang dibangun atas dasar penjagaan kehormatan, kemuliaan dan keutamaan.

Sesungguhnya Rasulullah Saw telah mensifati seorang laki-laki yang tidak cemburu pada keluarganya dengan sifat-sifat yang jelek, yaitu ‘Dayyuuts’. Sungguh ada dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabraani dari Amar bin Yasir r.a, serta dari Al-Hakim, Ahmad dan Baihaqi dari Abdullah bin Amr r.a, dari Nabi Saw bahwa ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga yaitu peminum khomr, pendurhaka orang tua dan dayyuts. Kemudian Nabi menjelaskan tentang dayyuts, yaitu orang yang membiarkan keluarganya dalam kekejian atau kerusakan, dan keharaman.

READ MORE - Makna dan Hakikat Cinta, Rindu dan Cemburu

Hukum Menanam Ari-Ari Bayi

Di antara tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat sehubungan dengan kelahiran seorang anak adalah menanam ari-ari (masyimah) bayi di depan atau di dalam rumah. Penanaman ini dilakukan dengan berbagai cara. Diantara cara yang masyhur adalah menanam dan sekaligus memberikan penerangan.

Bahkan di daerah tertentu penanaman ari-ari ini disertai pula dengan menaburkan bunga di atasnya. Atau malahan dengan menyertakan berbagai makanan atau sesajen di dalamnya.

Pada hakikatnya penanaman ari-ari ini dibenarkan dalam Islam bahkan disunnahkan. Akan tetapi menyertakan berbagai benda yang bernilai dianggap tidak baik. Karena termasuk dalam kategori tabdzir (menghamburkan).

Hukum Menanam Ari-Ari Bayi

Mengenai hukum sunnah mengubur ari-ari terdapat keterangan dalam kitab Nihayatul Muhtaj 

وَيُسَنُّ دَفْنُ مَا انْفَصَلَ مِنْ حَيٍّ لَمْ يَمُتْ حَالاًّ أَوْ مِمَّنْ شَكَّ فِي مَوْتِهِ كَيَدِ سَارِقٍ وَظُفْرٍ وَشَعْرٍ وَعَلَقَةٍ ، وَدَمِ نَحْوِ فَصْدٍ إكْرَامًا لِصَاحِبِهَا. 

“Dan disunnahkan mengubur anggota badan yang terpisah dari orang yang masih hidup dan tidak akan segera mati, atau dari orang yang masih diragukan kematiannya, seperti tangan pencuri, kuku, rambut, ‘alaqah (gumpalan darah), dan darah akibat goresan, demi menghormati orangnya”.

Adapun tentang haramnya tabdzir sehubungan dengan menyetakan segala benda di lingkungan kubur ari-ari terdapat dalam Hasyiyatul Bajuri:


(المُبَذِّرُ لِمَالِهِ) أَيْ بِصَرْفِهِ فِيْ غَيْرِ مَصَارِفِهِ (قَوْلُهُ فِيْ غَيْرِ مَصَارِفِهِ) وَهُوَ كُلُّ مَا لاَ يَعُوْدُ نَفْعُهُ إِلَيْهِ لاَ عَاجِلاً وَلاَ آجِلاً فَيَشْمَلُ الوُجُوْهَ المُحَرَّمَةَ وَالمَكْرُوْهَةَ.

“(Orang yang berbuat tabdzir kepada hartanya) ialah yang menggunakannya di luar kewajarannya. (Yang dimaksud: di luar kewajarannya) ialah segala sesuatu yang tidak berguna baginya, baik sekarang (di dunia) maupun kelak (di akhirat), meliputi segala hal yang haram dan yang makruh”.

Demikian keterangan ini diambil dari buku Ahkamul Fuqaha’ Solusi Problematika Umat yang memuat hasil keputusan Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama dari 1926-2010. (nu.or.id)

READ MORE - Hukum Menanam Ari-Ari Bayi

Kenali Fakta Unik Soal Bekasi yang Jarang Diketahui

Baru-baru ini, meme Bekasi sedang heboh-hebohnya dijadikan sebagai bahan hiburan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Seperti biasa, kemampuan bullying orang Indonesia sepertinya memang sudah pada tahap akut sehingga sulit untuk diberhentikan. Nah, untuk menghentikannya, diperlukan pengetahuan mengenai 7 fakta unik berikut ini.

Kamu Gak Tahu Kalau Bekasi Tuh Ada di Sini!


Nah, buat kamu yang sering menertawakan Bekasi apalagi sampai mengimajinasikannya sebagai bagian dari Pluto mesti tahu kalau Bekasi ada di ketinggian 19 meter di atas permukaan laut dengan lokasi sebelah timur Jakarta dan berbatasan dengan Kota Bogor bagian selatan, Kota Depok bagian barat daya, serta Jakarta Timur di bagian barat. Secara otomatis, kamu sebenarnya sudah berada di lokasi strategis yang bisa menuju tiga kota sekaligus.
Kaum Urban Jakarta Ada di Sini, lho!

Selain memiliki lokasi yang strategis dan dekat dengan tiga kota besar, Bekasi juga memberi sumbangsih kepada masyarakat kaum urban Jakarta dengan adanya 90 persen kawasan perumahan, 4 persen kawasan industry, 3 persen kawasan perdagangan, dan sisanya untuk bangunan lain. Masih mau bully Bekasi?

Penunjang Ekonomi Nasional


Nah, buat kamu yang masih minum Coca Cola, makan Danone, cuci muka pakai produk Unilever, ke mana-mana pakai Honda, dan di rumah nonton pakai Panasonic, stop bully Bekasi karena semua merk yang disebutkan tersebut diproduksi di Bekasi dengan kontribusi bertaraf nasional.
Pekerja Asing Juga di sini, lho!

Selain itu, kamu juga harus tahu kalau di Bekasi terdapat kawasan hunian terpadu yang dibangun oleh para pengembang berskala nasional dengan property yang disajikan bertaraf menengah ke atas. Bahkan tiak sedikit pekerja asing yang ikut membina keberlangsungan perekonomian di kota ini. Masa kalah dengan orang asing?

Kualitas Pendidikan yang Baik


Meskipun dianggap sebagai kota pinggiran, namun Bekasi sebenarnya merupakan kota dengan fasilitas yang baik untuk pendidikan. Bahkan beberapa sekolah di sana juga sudah bertaraf internasional, seperti halnya Victory Plus, Bina Nusantara, Al Azhar, Marsudirini, dan BPK Penabur.
Pilihan Lengkap untuk Kamu yang Senang Wisata Belanja

Belanja di Bekasi juga bisa jadi sesuatu yang menarik jika kamu membandingkannya dengan Kota Jakarta yang sama panasnya, sama macetnya, dan sama ngenesnya. Hanya saja, Jakarta namanya Ibu Kota sedangkan Bekasi ya hanya kota biasa. Beberapa tempat berbelanja dengan nilai yang unggul juga sudah hadir di Kota Bekasi.
Kamu Bisa Dapat Uang di Sini

Nah kalau sudah sampai ke sini, siapa yang bisa menerka kalau Kota Bekasi bisa jadi tempat yang baik untuk berinvestasi. Itulah sebabnya banyak pengusaha yang memilih Kota Bekasi sebagai tempat pabrikan dan produksi.

Bekasi memiliki keterbukaan terhadap para investor yang ingin membangun usahanya di sini. Dengan begitu, Bekasi bukan hanya bisa memberikan kontribusi terhadap perekonomian negara, tapi juga memberikan tunjangan yang baik bagi Ibu Kota dalam menampung masyarakat urban Kota Jakarta. Jadi, berhentilah mem-bully Kota Bekasi!

READ MORE - Kenali Fakta Unik Soal Bekasi yang Jarang Diketahui

Lalu bagaimana dengan Papa?

Lalu bagaimana dengan Papa? - Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya..... Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

http://sejenaksaja.files.wordpress.com/2010/02/cimg4977.jpg

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil...... Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya", Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang." Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.... Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir... Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut... Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti... Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati... Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang". Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT... kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan... Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin...

Karena Papa tahu..... Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya.... Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
source: facebook .com

READ MORE - Lalu bagaimana dengan Papa?

Tanda kiamat ketika orang buruk dimuliakan, orang baik dihinakan


إِنَّكُمْ أَصْبَحْتُمْ فِي زَمَانٍ كَثِيْرٍ فُقَهَاؤُهُ، قَلِيْلٍ خُطَبَاؤُهُ، قَلِيْلٍ سُؤَّالُهُ، كَثِيْرٍ مُعْطُوهُ، الْعَمَلُ فِيْهِ خَيْرٌ مِنَ الْعِلْمِ. وَسَيَأْتِي زَمَانٌ قَلِيْلٌ فُقَهَاؤُهُ، كَثِيْرٌ خُطَبَاؤُهُ، كَثِيْرٌ سُؤَّالُهُ، قَلِيْلٌ مُعْطُوهُ،الْعِلْمُ فِيْهِ خَيْرٌمِنَ الْعَمَلِ

“Sesungguhnya kalian hidup di zaman yang fuqahanya (ulama) banyak dan penceramahnya sedikit, sedikit yang minta-minta dan banyak yang memberi, beramal pada waktu itu lebih baik dari berilmu. Dan akan datang suatu zaman yang ulamanya sedikit dan penceramahnya banyak, peminta-minta banyak dan yang memberi sedikit, berilmu pada waktu itu lebih baik dari beramal.” (HR. Ath-Thabrani).

Hadits ini cukuplah untuk menunjukkan kepada kita bahwa penceramah agama belum tentu dan bahkan boleh jadi amat sangat jauh dari kualifikasi seorang faqih. Seseorang dapat berceramah secara memukau, meski ia sama sekali tak memiliki kualifikasi sebagai ulama. Dan di akhir zaman, akan semakin banyak yang demikian itu. Disebut ustadz, tetapi sesungguhnya ia hanya patut digelari sebagai penceramah.

Dan aku dapati, diriku bukan termasuk orang yang telah memiliki kepatutan sebagai 'alim. Ingin rasanya menjadi seorang yang memiliki kedalaman ilmu dien, tapi rasanya baru berkelayakan menjadi penyampai saja (muballigh).

Memudah-mudahkan menyebut seseorang sebagai ustadz, padahal tak ada kepatutan sedikit pun meski amat pandai bicara, mengingatkanku pada sebuah hadits (yang rasanya lebih tepat menggambarkan keadaan diriku). Inilah masa ketika pembicaraan dibuka sehingga setiap orang dapat berbicara tentang apa saja, bahkan mengenai perkara yang ia tak memiliki ilmunya sedikit pun.

https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/t1/s403x403/1660214_653819401342319_462213158_n.jpg


Mari kita renungi hadits ini:

مِنْ اقْتِرَابِ السَّاعَةِ أَنْ تُرْفَعَ الأَشْرَارُ وَ تُوْضَعَ الأَخْيَارُ وَ يُفْتَحَ الْقَوْلُ وَ يُخْزَنَ الْعَمَلُ وَ يُقْرَأُ بِالْقَوْمِ الْمَثْنَاةُ لَيْسَ فِيْهِمْ أَحَدٌ يُنْكِرُهَا قِيْلَ : وَ مَا الْمَثْنَاةُ ؟ قَالَ : مَا اكْتُتِبَتْ سِوَى كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ

“Di antara (tanda) dekatnya hari kiamat adalah dimuliakannya orang-orang yang buruk, dihinakannya orang-orang yang terpilih (shalih), dibuka perkataan dan dikunci amal, dan dibacakan Al-Matsnah di suatu kaum. Tidak ada pada mereka yang berani mengingkari (kesalahannya)”. Dikatakan: “Apakah Al-Matsnah itu ? beliau menjawab: “Semua yang dijadikan panduan selain kitabullah ‘Azza wa Jalla.” (HR. Al-Hakim).

Sebagian di antara makna al-matsnah adalah perkataan-perkataan atau literatur yang tidak memiliki dasar dalam agama, atau sesuatu yang seakan berasal dari agama, tetapi lebih merupakan perkataan-perkataan orang dalam satu kelompok, tetapi perkataan itu ditempatkan lebih tinggi daripada nash agama. Wallahu a'lam bish-shawab. ( facebook.com/IslamLagi )

Adakah ini terjadi? *

Moh. Fauzil Adhim


READ MORE - Tanda kiamat ketika orang buruk dimuliakan, orang baik dihinakan

Kisah Menyentuh - Aku Ingin Makan Bersamamu Ayah ?!!!

Aku iningin Makan Bersamamu Ayah ?!!! - Seorang Pria pulang kerja terlambat larut malam, lelah dan jengkel, mendapatkan putranya berusia 5 tahun sedang menunggunya di pintu.


Anak: Ayah, bolehkah saya mengajukan sebuah pertanyaan?
Ayah: Ya tentu, apa itu? jawab pria itu.
Anak: Ayah, berapa banyak ayah dapat dalam satu jam?
Ayah: Itu bukan urusan kamu. Mengapa kamu bertanya seperti itu? Pria itu berkata dengan marah.
Anak: Aku hanya ingin tahu. Tolong beritahu saya, berapa banyak ayah dapat per jam?
Ayah: Jika kamu harus tahu, ayah membuat $50 per jam.
Anak: Oh.., jawab anak kecil itu, dengan kepala tertunduk.
Anak: Ayah, bolehkah tolong saya meminjam $25?

Sang ayah jadi marah, Jika satu-satunya alasan kamu bertanya ini hanya agar dapat pinjam uang untuk membeli mainan konyol atau omong kosong lainnya, maka kamu masuk ke kamarmu dan pergi tidur! Pikirkan tentang mengapa kamu begitu egois... Saya tidak bekerja keras setiap hari untuk sesuatu yang sembrono kekanak-kanakan seperti itu.

Anak kecil itu diam-diam ngeloyor pergi ke kamarnya dan menutup pintu...

Pria itu duduk dan mulai untuk berasa lebih marah tentang anak kecil itu punya pertanyaan... Berani-beraninya dia bertanya seperti itu hanya untuk mendapatkan uang..?

Setelah sekitar satu jam, pria itu agak tenang, dan mulai berpikir: Mungkin ada sesuatu dia benar-benar butuhkan untuk membeli dengan $25 itu dan sesungguhnya dia tidak meminta uang terlalu sering.

Pria itu lalu pergi ke pintu kamar anak kecil dan membuka pintu. Apakah kau tertidur, nak?
'Tidak ayah, aku terjaga", balas sang anak.
Sang ayah berkata "Aku sudah berpikir, mungkin aku terlalu keras pada kamu sebelumnya. Ini merupakan hari terpanjang melelahkan dan ayah mengeluarkan kejengkelan pada kamu nak. Inilah $25 yang kamu minta."
Anak kecil itu duduk tegak sambil tersenyum. Oh, terima kasih ayah! dia teriak. Kemudian, menggapai bawah bantalnya dia mengeluarkan beberapa tagihan sampai kusut.

Pria itu melihat, bahwa anak itu sudah ada punya uang, mulai marah lagi.

Anak kecil itu secara perlahan menghitung uangnya, dan kemudian menatap ayahnya.

"Kenapa kamu ingin lebih banyak uang jika kamu sudah memiliki beberapanya?" sang ayah menggerutu...

Karena tadinya saya tidak memiliki cukup tetapi sekarang saya bisa, jawab sang anak kecil. "Ayah, sekarang aku punya $50. Dapatkah saya membeli satu jam waktu Ayah? Tolong, pulanglah besok lebih awal. Aku ingin makan malam bersamamu".

Sang ayah hancur hatinya... Dia memeluk putra kecilnya dan dia memohon maaf atas semua kesalahan selama ini pada anaknya...

Ini hanyalah sebuah "Kisah Menyentuh" sekedar pengingat singkat untuk kita semua yang bekerja keras dalam hidup. Kita tidak harus membiarkan sang waktu terlewatkan begitu saja melalui jari-jari kita tanpa harus menghabiskan sedikt waktu buat mereka yang benar-benar dekat dengan kita, merekalah buah hati kita atau janganlah kita oleh karena terlalu sibuk hingga melupakan hal-hal kecil tak terperhatikan yang mereka dambakan, tapi sangat berarti bagi mereka...

READ MORE - Kisah Menyentuh - Aku Ingin Makan Bersamamu Ayah ?!!!

Golongan Para Penghuni Surga

Golongan Para Penghuni Surga - Beriman bahwa surga adalah hak, yang disediakan hanya bagi orang-orang yang beriman, dan diharamkan atas orang-orang kafir selamanya, merupakan bagian dari keimanan kepada Hari Akhir. Dalilnya adalah Firman Allah:

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (TQS. Ali ‘Imaran [3]: 133)

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (TQS. Al-A’raf [7]: 50)

Siapa saja yang mengingkari surga, neraka, kebangkitan, atau hisab termasuk orang kafir, karena terdapat nash-nash yang qath’i tsubut (pasti sumbernya) dan qath’i dalalah (pasti maknanya) yang telah menjelaskan semua itu.

Berdasarkan Al Quran dan hadits Nabi Saw, Ada sepuluh golongan yang akan menjadi penghuni Surga. Kesepuluh golongan itu diantaranya:


http://suara-islam.com/images/berita/taman-anak.jpg


Pertama, Para Nabi, orang-orang yang jujur, syuhada, dan orang-orang yang shalih. Allah berfirman:

Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul-(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (TQS. An-Nisa [4]: 69)

Kedua, Orang-orang yang berbuat baik (al-Abrar). Allah berfirman:

Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam keni’matan yang besar (surga), (TQS. Muthafifin [83]: 22)

Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan, minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (Yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya Kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera, (TQS. Al-Insan [76]: 5-12).

Ketiga, Orang-orang yang terdahulu (masuk islam) yang didekatkan kepada Allah. Allah berfirman :

Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam surga keni’matan. (TQS al-Waqiah [56]: 10 –12)

Keempat, Ashhabul Yamin yaitu orang-orang yang menerima buku catatan amal dari sebelah kanan. Allah berfirman :

Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (TQS. al-Waqiah [56]: 27-38)

Kelima, Al-Muhsinun, yaitu orang-orang yang senantiasa berbuat baik dengan ikhlas dan sesuai dengan aturan syariat. Allah berfirman :

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (TQS. Yunus [10]: 36)

Kenam, Ash-Shabirun, yaitu orang-orang yang bersabar. Allah Swt berfirman:

(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): "Salamun `alaikum bima shabartum". Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (TQS. Ar-Ra’d [13]: 23-24)

Ketujuh, Orang yang takut saat menghadap Tuhannya. Allah berfirman :

Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. (TQS. Ar-Rahman [55]: 46)

Kedelapan, Al-Muttaqun, yaitu orang-orang yang bertakwa. Allah berfirman :

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam syurga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (TQS. Al-Hijr [15]: 45).

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air; (TQS. Ad-Dukhan [44]: 51-52).

Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa. (TQS. Maryam [19]: 63).

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. (TQS. Ar-Ra’d [13]: 35).

Kesembilan, Orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Allah berfirman

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya. (TQS. Al-Kahfi [18]:107-108),

Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. (TQS. Ar-Ra’d [13] :29),

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh keni`matan. (TQS. Yunus [10]: 9),

(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri. Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan. (TQS. Az-Zukhruf [43]: 69-70),

Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar. (TQS. Hud [11]: 23).

Kesepuluh, At-Taaibun, yaitu orang-orang yang bertaubat. Allah berfirman:

Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun. (TQS. Maryam [19]: 60).

Semoga kita termasuk salah satu golongan yang berhak mendapatkan Surganya Allah Swt. (suara-islam.com )

READ MORE - Golongan Para Penghuni Surga