Kampung Gabus Singkil Daerah Terasing Yang Diasingkan Di Bekasi Jawa Barat - Warga Kampung Gabus Singkil, Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, pertanyakan janji Bupati Bekasi untuk benahi Kabupaten Bekasi . Pasalnya, disaat beberapa daerah wilayah perbatasan Ibu Kota Jakarta terus melakukan pembenahan infrastruktur, akan tetapi masih banyak jalan-jalan yang belum tersentuh pembangunan dan perbaikan. Bahkan di kampung tersebut masih ada jalan yang mirip kubangan kerbau.
Lantaran kecewa terhadap janji Bupati Bekasi , akhirnya warga Desa Srijaya , Gabus Singkil, Dusun 1 pun menanami pohon pisang di jalan utama yang dalam kondisi rusak berat diwilayah tersebut.
Tiap Tahun Usulkan Perbaikan, Jalan Gabus Singkil Malah Jadi ‘Kebun Pisang’
Kondisi Jalan Utama di Kampung Gabus Singkil, Desa Srijaya, Tambun Utara yang rusak parah meski tiap tahun sudah diusulkan perbaikan. Warga yang geram akhirnya menanam pohon pisang di jalan tersebut.
“Jalan sepanjang 1,5 Km yang ada di kampong kami sudah rusak parah dan tidak pernah tersentuh pembangunan. Ya, terpaksa kami bangun dengan tanam pohon pisang, biar danta. Habis mentang-mentang ada dipinggiran Bekasi, kita hanya selalu dikasih janji omong doang (Omdo),”jelas Rohman, selaku warga Kampung Gabus Singkil, Desa Srijaya.
Dijelaskan Rohman, terkait persoalan kondisi infrastruktur jalan yang banyak mengalami kerusakan dan belum tersentuh pembangunan diwilayahnya. Sebenarnya warga sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan dan pembangunan dalam setiap kesempatan kepada Pemkab Bekasi seperti dalam kegiatan jarring aspirasi di Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun, sampai saat ini jalan di Kampung Gabus Singkil tidak mendapatkan perhatian sama sekali.”Kalau ngusulin sih hampir tiap tahun, tapi realisasinya tidak ada. Ya kami sih bertanya-tanya kepada wakil rakyat, khususnya dapil kami serta Bupati Bekasi, apakah mereka pada melek?,”Tanyanya.
Menanggapi adanya jalan yang mirip kubangan kerbau, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Masyarakan Peduli Demokrasi (JMPD) Kabupaten Bekasi, Madrawi sangat sedih. Pasalnya, menurut Madrawi, jalan yang mirip kubangan kerbau tersebut sering dilintasi kendaraan roda dua dan anak-anak yang hendak pergi kesekolah.
“Saya Khawatir dengan kondisi jalan licin dan berlubang akan menimbulkan bahaya. Apalagi anak-anak yang pergi kesekolah harus membuka sepatunya jika mereka melintasi jalan Kampung Gabus Singkil. Nah, kalau wakil rakyat dan Bupati pada melek, tolong dong benahi jalan yang sudah rusak. Jangan sampai slogan Bupati saat kampanye jadi Omdo (Omong Doang),”kata Madrawi.(DEE / bekasiekspresnews.co.id)
- Anjuran Qiyam Ramadhan dan Keutamaannya - Qiyam Ramadhan adalah istilah lain dari shalat tarawih dan termasuk dalam qiyamul lail yang menjadi kebiasaan para orang saleh. Shalat Tarawih hukumnya…
- Masalah ini adalah bagian dari masalah khilafiyah yang sering menjadi perdebatan dan pertentangan di kalangan umat Islam, yang mana masing-masing kelompok itu sendiri sebetulnya mempunyai…
- Di antara tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat sehubungan dengan kelahiran seorang anak adalah menanam ari-ari (masyimah) bayi di depan atau di dalam rumah. Penanaman ini dilakukan dengan…
- Lirik Lagu Tegar - Aku Yang Dulu. Aku yang dulu bukanlah yang sekarang Dulu ditendang sekarang ku di sayang Dulu dulu dulu ku menderita Sekarang aku bahagia Cita citaku menjadi…
- " Saya sudah sholat selama bertahun tahun , namun sampai sekarang saya belum bisa khusuk. Ketika sholat fikiran saya selalu melayang kemana-mana, saya tidak bisa fokus ““Saya merasa sholat hanya…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar