Tampilkan postingan dengan label Rumah Tangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah Tangga. Tampilkan semua postingan

Pemerintah Bakal Larang Warung Kecil Jualan Gas Melon

Pemerintah bakal melarang warung-warung kecil untuk menjual gas LPG 3kg. Gas LPG bersubsidi itu hanya akan diperjual belikan di agen-agen resmi PT Pertamina.

Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan jika pemerintah sejak tahun 2022 terus menambah calon agen penyalur gas LPG 3kg itu.

 
“Sub penyalur masih ada penyesuaian, di 2022 saja ada penambahan 22.000 sub penyalur atau pangkalan," ungkap Irto dilansir dari liputan6com, Kamis, 12 Januari 2023.

Pemerintah pun telah melakukan uji coba mekanisme baru penyaluran gas LPG 3kg di sejumlah daerah seperti Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Semarang, Kota Batam, dan Kota Mataram.

“Ya untuk menanggapi arahan regulator (Kementerian ESDM), salah satunya dengan uji ciba implementasi tersebut. Sebelum di roll out ke daerah uji coba lainnya,” ujar Irto.

Irto menambahkan ujicoba selanjutnya masih menunggu hasil evaluasi dari ujicoba yang pertama tersebut.

“Masih kami koordinasikan dengan regulator. Kita tunggu review-nya ya," tegasnya.

Setiap pembelian LPG 3kg ke depan akan diwajibkan membawa KTP terutama bagi mereka yang belum terdata. Data KTP pembeli akan disinkronkan dengan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang selanjutnya akan diinput ke Subsidi Tepat MyPertamina.

READ MORE - Pemerintah Bakal Larang Warung Kecil Jualan Gas Melon

Inilah Tiga Kata Ajaib Yang Bisa Merubah Dunia

Setidaknya ada tiga kata ajaib yang dapat Anda teladankan pada buah hati Anda sejak mereka masih belia. Anda teladankan memiliki arti: Anda yang terlebih dulu mempraktekkannya pada mereka.

Jangan pernah menyuruh anak-anak melakukan sesuatu yang Anda sendiri tidak mau lakukan. Teladan Anda berbicara lebih kuat dari kata-kata Anda.

Maaf

Jika Anda ingin anak Anda meminta maaf untuk sebuah kelalaian atau kesalahan, ada baiknya Anda mulai mengajarkan dan menerapkan hal itu di rumah Anda. Minta maaflah kepada mereka jika Anda melakukan kesalahan.

Anak-anak justru akan lebih menghormati Anda jika Anda berani meminta maaf. Hal ini juga menunjukkan kebesaran hati Anda.

Biasakan mereka untuk minta maaf dengan sungguh-sungguh, bukan sembarangan minta maaf lalu melakukan kesalahan yang sama berulang kali.

Tolong

Setiap manusia menyukai kata ini. Ada unsur penghargaan yang lebih dalam kata ini. Ajarkan mereka untuk selalu meminta sesuatu dengan sopan.

Misalkan di rumah Anda ada pembantu, maka Anda bisa mengajarkan pada mereka untuk mengatakan tolong tiap kali mereka menyuruh si pembantu melakukan sesuatu.

Anda pun juga harus begitu. Hal ini mengajarkan pada anak supaya mereka tidak main perintah bahkan terhadap orang yang lebih 'rendah' kedudukannya.

Terima Kasih

Biasakan diri Anda untuk memberikan penghargaan pada anak-anak Anda. Anda tidak perlu selalu memberikan hadiah pada mereka tiap kali mereka melakukan sesuatu yang membanggakan, cukup katakan terima kasih.

Ajarkan mereka juga untuk selalu berterima kasih pada orang lain.

Anak-anak perlu diajari berulang-ulang, perlu dibimbing, perlu dilatih, dan yang paling penting mereka meneladani orang-orang terdekatnya.

Anda sebagai orang tuanya pun akan mendapat kebanggaan tersendiri, jika mereka tumbuh menjadi orang-orang yang sopan dan berkarakter baik.

READ MORE - Inilah Tiga Kata Ajaib Yang Bisa Merubah Dunia

Saya rasa semua kita sudah mengetahui bagaimana sederhananya rumah Rasulullah saw

Saudaraku. Apakah saudara seorang kontraktor? Jika benar, ketika saudara ingin membangun atau mencicil rumah, tolong berpikirlah dalam-dalam terlebih dulu. Seperti, "Rumah ini untuk siapa?" Karena kita sering mendesain atau mengambil cicilan rumah untuk dipuji orang lain. Padahal kita mati-matian membayar cicilannya.

Walau pun ada orang memuji rumah kita, yang mungkin katanya bagus dan antik, tapi tetap saja dia tidak menyumbang untuk cicilannya. Seperti kalau kita membeli motor bagus, lalu ada yang bilang, "Wah motor kamu keren." Sekadar begitu, dan dia tidak mau membelikan bensinnya. Kecuali kalau setiap orang yang memuji rumah kita juga memberi uang sejuta, tidak apa-apa bangun rumah sebagus mungkin.

Jadi, kalau mau membikin atau mengambil cicilan rumah, jangan memikirkan penilaian orang. Bangunlah rumah sesuai kemampuan dan keperluan. Misalnya, mengapa kita membuat rumah tipe kerajaan, padahal modalnya terbatas? Nanti yang siap hanya pilarnya saja, dan, menunggu dana terkumpul setahun lagi, kita tidur bersama anak-anak di dalam tenda. Malah jadi aneh. Atau, mungkin secara modal kita mampu, lalu membangun rumah dengan 15 kamar tidur. Padahal kita keluarga kecil, dan yang dipakai hanya tiga kamar. Sisanya dibiarkan kosong bertahun-tahun menjadi sarang kelelawar.

Saya rasa semua kita sudah mengetahui bagaimana sederhananya rumah Rasulullah saw

Bukan harus jelek rumahnya, tapi proporsional. Sesuai kemampuan dan keperluan. Saya rasa semua kita sudah mengetahui bagaimana sederhananya rumah Rasulullah saw. Mungkin kita tidak sanggup sesederhana beliau. Tapi, setidaknya jangan memaksakan diri jika tidak punya modal.

Apalagi kalau tinggal di rumah bagus, kita cenderung untuk riya. Seperti saat ada yang bertanya, "Saudara tinggal di mana?" Kita lebih suka menjawab, "Cipaganti." Sehingga yang dibayangkan orang adalah Jalan Cipaganti. Padahal tempat tinggal kita ada di Gang Mak Uneh. Mengapa kita menyebut Cipaganti? Dulu mungkin. Atau, "Tinggal di mana di Jakarta?" Dijawab, "Pondok Indah." Tapi karena dari penampilan kita sudah membuat orang tidak yakin, kita bisa ditanya lagi, "Saudara yakin di Pondok Indah ada gang-gang sempitnya?"

Saudaraku. Pada masa pemerintahan Khalifah Umar, penduduk di Kufah dan Basrah pada awalnya tinggal di tenda-tenda. Dengan pertimbangan, untuk memudahkan jika terjadi peperangan. Kemudian mereka meminta izin kepada Umar untuk membangun tempat tinggal dengan bahan rotan. Umar pun mengizinkan. Tapi setelah itu terjadi kebakaran di kedua kota tersebut. Sehingga mereka kembali meminta izin kepada khalifah Umar untuk membangun rumah dari batu bata.

Umar pun kembali mengizinkan: "Silakan lakukan. Tetapi jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian membangun lebih dari tiga kamar, dan jangan berlebih-lebihan dalam bangunan." Lalu, ada yang bertanya tentang ukurannya. Umar menjawab: "Tidak mendekatkan kepada pemborosan dan tidak mengeluarkan dari hidup bersahaja." Pesan yang serupa beliau kirimkan kepada Saad bin Abi Waqqash di Kufah, dan Uthbah bin Ghazwan di Basrah.

Nah, dari sana kita bisa melihat bagaimana kehati-hatian kaum muslimin generasi awal dalam membangun rumah. Mereka membangunnya sesuai keperluan dan kemampuan, menjauhi pemborosan dan berlebih-lebihan, dan terhindar dari perlombaan bermewah-mewahan. Bagi mereka, yang penting rumahnya bisa untuk istirahat, melindungi dari panas terik matahari, udara dingin dan hujan.

Berbeda jauh sekali dengan kita sekarang. Kita bisa sibuk membangun rumah bertahun-tahun sampai lupa ke pengajian. Sibuk membeli asesoris dan perabotan, sehingga tersiksa cicilan serta tidak lagi membayar zakat dan bersedekah. Padahal semua itu hanya untuk pamer dan berharap dipuji makhluk. "Alhamdulillah, ini rumah saya." Menyebut "alhamdulillah" tidak ingat kepada Allah. Tapi mengingat-ingat bagian rumah yang akan diceritakan atau dipamerkan terlebih dulu.

Jangan, saudaraku! Bangunlah rumah sesuai kemampuan dan keperluan. Jangan sampai hanya demi rumah, hidup kita di dunia dan akhirat tersiksa. Mengapa kita berharap pujian makhluk? Jika Allah berkehendak, tinggal diberi gempa 7 SR, langsung rata rumah kita. "Tenang Aa, rumah saya bagus dan antigempa." Kalau begitu dinaikkan 12 SR. Rumah saudara mungkin tetap bagus, tapi tertimbun di dalam tanah.

Bangun yang proporsional saja. Mulailah menghindarkan dunia ini supaya tidak mendominasi hati. Jangan bangga maupun minder dengan rumah. Baik istana atau pun gubuk, dan semua rumah yang ada di dunia ini milik Allah SWT. Kita hanya bergiliran menumpang dan mengaku-aku saja memilikinya.[mozaik.inilah.com]

READ MORE - Saya rasa semua kita sudah mengetahui bagaimana sederhananya rumah Rasulullah saw

Jangan Biarkan Anak Keluar Rumah Waktu Maghrib

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika malam telah turun – atau ketika sore menjelang malam – maka tahanlah anak-anak kamu (jangan sampai keluar rumah) karena setan-setan tengah menyebar di saat itu. Setelah berlangsung beberapa saat lamanya, biarkan mereka bermain. Tutuplah semua pintu, bacalah nama Allah, karena setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup. Tutupi tempat minum kalian dengan menyebut nama Allah, sekalipun hanya dengan menaruh sesuatu di atasnya.”

Dalam redaksi lain,

“Jika kalian tidak menemukan tutup selain menaruh sebatang kayu di atas wadah kalian, maka lakukanlah dengan menyebut nama Allah.”

Hadits diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 3280, Muslim no. 2012, Abu Dawud no. 3733 dengan sedikit perbedaan serta dari Tirmidzi no. 1812 dan Ibnu Majah no. 3410 tanpa ada syahid (penguat) dalam riwayat keduanya.

Jangan Biarkan Anak Keluar Rumah Waktu Maghrib

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Dalam hal memasang (meletakkan) sebatang kayu di atas perabotan dapur terdapat hikmah, yaitu jangan sampai lupa menutupinya sekalipun hanya dengan sebatang kayu. Dalam hadits ini juga terdapat faedah bahwa barangkali akan ada serangga yang jatuh ke atas makanan, ia bisa melewati kayu tersebut sehingga tidak jatuh ke makanan.” (Zad Al-Ma’ad 4/233).

Dalam riwayat Muslim dari shahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tutupilah wadah, selimuti tempat minum, karena dalam masa setahun ada satu malam yang turun di dalamnya satu wabah yang tidak melewati satu wadah yang tidak ditutup, atau tempat minum yang tidak ditutup, melainkan wabah tersebut akan masuk ke dalamnya.” (HR Muslim no. 2014).

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Ini termasuk perkara yang tidak bisa disentuh ilmu dan pengetahuan para dokter, masalah ini telah diketahui oleh mereka yang mengetahui dari kalangan orang yang berakal melalui pengalaman mereka.” (Zad Al-Ma’ad 4/232).

Dalam redaksi Muslim yang lain disebutkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan kalian biarkan harta kalian berserakan, juga anak-anak kecil kalian jika matahari terbenam hingga gelapnya waktu Isya’, karena setan tengah bertebaran ketika matahari terbenam hingga gelapnya waktu isya’ “. (HR Muslim no. 2013).

Dalam penjelasan hadits Muslim (syarh Muslim 7/205), Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Hadits ini berisi banyak manfaat, berupa kebaikan dan adab (etika) yang menggabungkan antara maslahat dunia dan akhirat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menjalani adab ini yang merupakan sebab keselamatan dari gangguan setan. Allah Ta’ala menjadikan hal ini sebagai penyebab keselamatan dari setan sehingga ia tidak mampu membuka tutup wadah atau mengurai tutup tempat minum, tidak pula mampu membuka pintu, dan mengganggu anak-anak atau lainnya.”

Imam Ibnu Hubairah rahimahullah mengatakan, “Jin itu terbagi menjadi jin mukmin yang aman siapa saja yang berjumpa dengannya. Ada pula jin yang ketika berjumpa dengannya, tidak bisa terhindar dari gangguannya, tidak bisa merasa aman karena mereka kafir, serta jika mengganggu anak-anak karena anak-anak belum sempurna akalnya sehingga terpengaruh oleh imajinasi yang buruk. Anak-anak juga belum (belum bisa membaca) nama-nama Allah yang bisa membentengi dari gangguan setan, maka orang tua diperintahkan untuk menahan dan mengumpulkan anak-anak mereka.” (Al-Ifshah 8/253).

Kesimpulan dari hadits-hadits tersebut di atas:
  1. Menahan anak-anak agar tidak keluar rumah ketika terbenamnya matahari.
  2. Menutup semua pintu dengan membaca basmalah.
  3. Menutup tempat minum dengan membaca basmalah.
  4. Menutupi (menyelimuti) wadah dan tempat makanan, dengan berdzikir  (membaca basmalah), sekalipun tidak menemukan tutup selain batang kayu.
Hal ini dilakukan pada awal permulaan malam menurut hadits-hadits yang dipaparkan sebelumnya. Wallahu A’lam.  
oleh : cahyo priyasmoro di voa-islam.com

READ MORE - Jangan Biarkan Anak Keluar Rumah Waktu Maghrib

Inilah Tiga Tips Sederhana Redakan Konflik Suami-Istri

Kehidupan berkeluarga tidak selalu mulus, konflik-konflik menjadi niscaya lantaran perbedaan sifat dan latar belakang yang dibawa oleh masing-masing suami dan istri. Melalui laman facebooknya, Ustadz Cahyadi Takariawan berbagi solusi yang insya Allah jitu mengurai dan meredakan konflik yang mungkin terjadi antara kita dan pasangan tercinta kita. Selamat menyimak..

Dalam setiap sesi pelatihan Wonderful Family, saya selalu mengajari suami dan isteri untuk bersikap tenang dalam menghadapi permasalahan keluarga, dan menjauhi sikap emosional. Sikap emosi semakin memperkeruh suasana. Masalah yang semula kecil bisa menjadi bertambah besar karena sikap yang tidak tepat.

Saya juga selalu melatih suami dan isteri untuk memiliki kemampuan memaafkan kesalahan pasangan, karena semua orang pernah melakukan kesalahan. Namun permaafan ini tidak boleh disalahgunakan, dengan mengulang-ulang kesalahan karena yakin akan dimaafkan pasangan.


Dan yang lebih penting lagi adalah melatih suami dan isteri untuk selalu fokus melihat ke depan. Jangan terfokus melihat apa yang telah terlanjur terjadi, namun lihatlah masa depan keluarga. Anak-anak harus dididik dengan baik dan tidak boleh menjadi korban emosi orang tua. Anak-anak memerlukan orang tua yang lengkap, ada ayah dan ibu yang membersamai tumbuh kembang mereka. 

Semoga keluarga kita selalu bahagia dalam ridha-Nya. Aamiin…(esqiel/muslimahzone.com)

READ MORE - Inilah Tiga Tips Sederhana Redakan Konflik Suami-Istri

Seberapa Burukkah Kita Sebagai Tetangga?


Seberapa Burukkah Kita Sebagai Tetangga? - Beruntunglah jika kita mendapat tetangga yang baik. Apa saja ciri-ciri tetangga yang baik dan yang jelek? Semoga kita tidak termasuk tetangga yang berperangai jelek dan semoga senantiasa Allah mudahkan untuk menjadi tetangga yang baik.

Imam Al Bukhari membawakan beberapa hadits tentang manakah tetangga yang baik dan tetangga yang jelek dalam hadits-hadits berikut ini.

51- Bab Orang yang Menutup Pintu dari Tetangganya -60.
[81/111]

Dari lbnu Umar, ia berkata,

لَقَدْ أَتَى عَلَيْنَا زَمَانٌ - أَوْ قَالَ : حِيْنٌ- وَمَا أَحَدٌ أَحَقُّ بِدِيْنَارِهِ وَدِرْهَمِهِ مِنْ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ، ثُمَّ الآنَ الدِّيْنَارُ وَالدِّرْهَمُ أَحَبُّ إِلىَ أَحَدِنَا مِنْ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ

"Telah datang kepada kami (para sahabat) suatu zaman di mana seorang itu (merasa) saudaranya sesama muslim lebih berhak untuk memiliki dirham dan dinar yang ia miliki. Namun sekarang, dinar dan dirham lebih dicintai oleh salah seorang di antara kita daripada saudaranya sesama muslim.

Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

كَمْ مِنْ جَارٍ مُتَعَلِّقٍ بِجَارِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يَقُوْلُ، يَا رَبِّ! هَذَا أَغْلَقَ بَابَهُ دُوْنِي، فَمَنَعَ مَعْرُوْفَهُ!

"Berapa banyak tetangga yang akan memegang tangan tetangganya di hari kiamat sambil berkata, "Wahai Rabb-ku orang ini menutup pintunya dariku dan dia enggan memberi apa yang ia miliki." (Hasan Lighairihi, yakni hasan dilihat dari jalur yang lain) Lihat Ash Shahihah (2616): [Hadits ini tidak ada sedikitpun dalam Kutubus Sittah]

52- Bab [Seorang Tidak Patut Merasa Kenyang Sedang tetangganya Kelaparan -61
[82/112]

Dari Abdullah ibnul Mishwar, ia berkata, "Saya pernah mendengar lbnu Abbas meriwayatkan dari lbnu Zubair di mana dia berkata, "Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِيْ يَشْبَعُ، وَجَارُهُ جَائِعٌ

'Seorang yang beriman tidak akan kekenyangan sedangkan tetangganya dalam keadaan lapar." (Shahih) Lihat Ash Shahihah (149)

53- Bab Memperbanyak Kuah Untuk Dibagi di antara Para Tetangga -62
[83/113]

Dari Abu Dzar, ia berkata, "Kekasihku, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mewasiatkan kepadaku tiga perkara, yaitu,

اسْمَعْ وَأَطِعْ وَلَوْ عَبْدًا مُجَدَّعَ الْأَطْرَافِ وَإِذَا صَنَعْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا ثُمَّ انْظُرْ أَهْلَ بَيْتٍ مِنْ جِيرَتِكَ فَأَصِبْهُمْ مِنْهَا بِمَعْرُوفٍ وَصَلِّ الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا فَإِنْ وَجَدْتَ الْإِمَامَ قَدْ صَلَّى فَقَدْ أَحْرَزْتَ صَلَاتَكَ وَإِلَّا فَهِيَ نَافِلَةٌ

"Dengarkanlah dan taatilah meskipun terhadap budak (jika dia menjadi pemimpin misalnya). Jika engkau memasak perbanyaklah kuahnya kemudian lihatlah tetanggamu yang memiliki hubungan kekerabatan denganmu. Lalu berikanlah kuah itu kepada mereka dengan cara yang baik. Dirikanlah shalat pada waktunya. Jika engkau menjumpai imam telah melaksanakan shalat maka engkau telah menjaga shalatmu. Jika belum, maka [shalat yang engkau kerjakan bersama imam] itu terhitung sebagai nafilah (shalat sunnah). 

Dalam suatu riwayat hadits ini tercantum dengan lafazh,

ياَ أَباَ ذَرٍّ إِذَا طَبِخْتَ مِرْقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَ الْمِرْقَةِ، وَتُعَاهِدُ جِيْرَانَكَ، أَوِ اقْسِمْ فِي جِيْرَانِكَ

"Wahai Abu Dzar, apabila engkau membuat suatu masakan, maka perbanyaklah kuahnya. Kemudian undanglah tetanggamu atau engkau dapat membaginya kepada mereka." [Hadits nomor 114 pada kitab asli]. (Shahih) Lihat Zhilalul Jannah (1052), As Silsilah Ash Shahihah (1368): [Muslim: 45-Kitab Al Birr wash Shilah wal Adab, hal. 142-143. Muslim: 5-Kitab Al Masaajid, hal. 239]

54- Bab Tetangga Terbaik -63
[84/115]

Dari Abdullah ibnu 'Amru ibnul 'Ash dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda,

خَيْرُ اْلأَصْحَابِ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ، وَخَيْر الْجِيْرَانِ عِنْدَ اللهِ [تَعَالَى] خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ

"Teman terbaik di sisi Allah adalah mereka yang terbaik dalam berinteraksi dengan temannya. Dan tetangga terbaik di sisi Allah adalah mereka yang terbaik dalam berinteraksi dengan tetangganya." (Shahih) Lihat Ash Shahihah (103): [At Tirmidzi: 25-Kitab Al Birr wash Shilah, 28-Bab Maa Jaa-a fi Haqqil Jaar]

55- Bab Tetangga yang Shalih -64
[85/116]

Dari Nafi' ibnu 'Abdil Harits berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مِنْ سعَاَدَةِ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ: الْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيْءُ

"Di antara kesenangan bagi seorang muslim adalah tempat tinggal yang luas, tetangga yang shalih dan kendaraan yang tenang." (Shahih Lighairihi, yakni shahih dilihat dari jalur lainnya) Lihat Ash Shahihah (282)

56- Bab Tetangga yang Jelek -65
[86/117]

Dari Abu Hurairah, ia berkata, "Salah satu doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah,

اللّهُمَّ! إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَارِ السُّوْءِ فِي دَارِ الْمُقَامِ فَإِنَّ جَارَ الدُّنْيَا يَتَحَوَّلُ

'Allahumma inni a'uuzubika min jaaris-su`i fi daaril-muqaam fa inna jaarad-dun-ya yatahawwal.' [Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk di akhirat karena tetangga di dunia akan senantiasa berubah-ubah]." (Hasan) Lihat Ash Shahihah (1443): [An Nasa'i: 50-Kitab Al Isti'adzah, 42-Bab Al Isti'adzah min Jaaris Suu']

[87/118]

Dari Abu Musa, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لا تقوم الساعة حتى يقتل الرجل جاره وأخاه وأباه

"Hari kiamat tidak akan terjadi sampai seseorang membunuh tetangga, saudara atau ayahnya." (Hasan) Ash Shahihah (3185)

57- Bab Tidak Boleh Mengganggu Tetangga -66
[88/119]

Dari Abu Hurairah, ia berkata, "Ada seseorang bertanya pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,

ياَ رَسُوْلَ اللهِ ! إِنَّ فُلاَنَةَ تَقُوْمُ اللَّيْلَ وَتَصُوْمُ النَّهَارَ، وَتَفْعَلُ، وَتَصَدَّقُ، وَتُؤْذِيْ جِيْرَانَهَا بِلِسَانِهَا؟

'Wahai Rasulullah, si fulanah sering melaksanakan shalat di tengah malam dan berpuasa sunnah di siang hari. Dia juga berbuat baik dan bersedekah, tetapi lidahnya sering mengganggu tetangganya."

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab,

لاَ خَيْرَ فِيْهَا، هِيَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ

"Tidak ada kebaikan di dalam dirinya dan dia adalah penduduk neraka." 

Para sahabat lalu berkata,

وَفُلاَنَةُ تُصَلِّي الْمَكْتُوْبَةَ، وَتُصْدِقُ بِأَثْوَارٍ ، وَلاَ تُؤْذِي أَحَداً؟

"Terdapat wanita lain. Dia (hanya) melakukan shalat fardhu dan bersedekah dengan gandum, namun ia tidak mengganggu tetangganya."

Beliau bersabda,

هِيَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

"Dia adalah dari penduduk surga." (Shahih) Lihat Ash Shahihah (190)
[89/121]

Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

"Seorang yang senantiasa mengganggu tetangganya niscaya tidak akan masuk surga." (Shahih) Lihat As Silsilah Ash Shahihah (549): [Muslim: 1-Kitabul Iman, hal. 73]

Disusun di Panggang-GK, 2 Rabiul Awwal 1430 H (rumaysho.com)

READ MORE - Seberapa Burukkah Kita Sebagai Tetangga?

Panggilan Mesra Di Awal Pernikahan

Panggilan Mesra Di Awal Pernikahan - “Di awal-awal nikah, kemesraan itu begitu romantis. Panggilan sayang dan cinta yang biasa kudengar dari pangeranku. 

Namun berlalunya waktu, panggilan “sayang”, “cinta”, “dinda” dan kata-kata mesra seperti itu seakan-akan sirna. Mungkin karena aku tidak secantik saat perawan dahulu. Mungkin tubuhku tidak seramping di awal-awal nikah dahulu.”

Itulah aduan sebagian istri melihat cintanya dahulu dan sekarang berbeda. Kenapa kata-kata mesra antara suami istri tidak terus dipupuk? Apakah karena telah bosan? Apakah tak lagi ada cinta?Seharusnya seorang suami bisa mempertahankan kemesraan yang ada dahulu hingga saat ini.

Karena Allah Ta’ala perintahkan

,وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan bergaullah dengan mereka (istri-istri kalian) dengan baik.” (QS. An Nisa’: 19).

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” (QS. Al Baqarah: 228).

Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

,خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

“Sebaik-baik kalian adalah yang berbuat baik kepada keluarganya. Sedangkan aku adalah orang yang paling berbuat baik pada keluargaku” (HR. Tirmidzi no. 3895, Ibnu Majah no. 1977, Ad Darimi 2: 212, Ibnu Hibban 9: 484. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata mengenai surat An Nisa’ ayat 19 di atas, “Berkatalah yang baik kepada istri kalian, perbaguslah amalan dan tingkah laku kalian kepada istri. Berbuat baiklah sebagai engkau suka jika istri kalian bertingkah laku demikian.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3: 400)

Berbuat ma’ruf adalah kalimat yang sifatnya umum, tercakup di dalamnya seluruh hak istri.Lihatlah contoh Nabi kita, beliau memanggil ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, sang istri tercinta dengan panggilan Humaira, artinya wahai yang pipinya kemerah-merahan. Karena putihnya ‘Aisyah, jadi pipinya biasa nampak kemerah-merahan.

Dari ‘Aisyah, ia berkata,

دَخَلَ الحَبَشَةُ المسْجِدَ يَلْعَبُوْنَ فَقَالَ لِي يَا حُمَيْرَاء أَتُحِبِّيْنَ أَنْ تَنْظُرِي


“Orang-orang Habasyah (Ethiopia) pernah masuk ke dalam masjid untuk bermain, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammemanggilku, “Wahai Humaira (artinya: yang pipinya kemerah-merahan), apakah engkau ingin melihat mereka?” (HR. An Nasai dalam Al Kubro 5: 307). 
Dahsyat, benar-benar inspiring husband. 

Jangan sampai panggilan sayang dahulu diganti dengan panggilan yang tidak mengenakkan di telinga seperti “Ndut”, “Cipit”, dll. Ketika seorang istri memanggil suami dengan kata-kata, “Kakanda sayang ….”. Suaminya malah jawab, “Iya peyaaaanggg…” 

Dari Mu’awiyah Al Qusyairi radhiyallahu ‘anhu, ia bertanya pada Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kewajiban suami pada istri, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda


,أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ – أَوِ اكْتَسَبْتَ – وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِى الْبَيْتِ


“Engkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian atau engkau usahakan, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau tidak menjelek-jelekkannya serta tidak memboikotnya (dalam rangka nasehat) selain di rumah” (HR. Abu Daud no. 2142. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Namun panggilan sayang untuk pasangan di Indonesia tergantung pada latar belakang budaya pasangan tersebut. Di Jawa ma’ruf dengan panggilan Mas-Adek, Kangmas-dik. Kalau Sunda, panggilan sayangnya adalah dengan Akang-Neng/ Aa-Neng. Di tempat lain panggilannya dengan Abang-Adik, Uda-Adek.

Mudah-mudahan Allah terus memupuk cinta antara kita dengan pasangan kita. Hanya Allah yang memberi taufik.

READ MORE - Panggilan Mesra Di Awal Pernikahan

Hormatilah Suamimu ... !!!

https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc3/t1/1960021_707320079290522_1097482940_n.jpg

Hormatilah Suamimu ... !!! - Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu. Bahkan seringkali rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.

Suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menafkahimu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.

Suami ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah engkau lebih harus dihormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.

Suami berusaha menutupi masalahnya di hadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. Padahal bisa saja di saat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah lebih besar. Namun tetap saja masalahmu diutamakan dibandingkan masalah yang dihadapinya sendiri.


https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/t1/s403x403/1508601_707742662581597_765151335_n.jpg

Suami berusaha memahami bahasa diammu dan bahasa tangismu, sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia ikut bertanggung-jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah dituntut ke neraka karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggungjawabkannya sendiri.

Subhanallah……..

#Ditulis oleh : Ust. Abu Fatiah Al Adnani beberapa hari sebelum musibah kecelakaan.

READ MORE - Hormatilah Suamimu ... !!!

Tiket Ke Surga Bagi Suami dan Istri

Tiket Ke Surga Bagi Suami dan Istri - Kadang seorang isteri kurang memahami mana yang harus didahulukan, suaminya, orang tuanya atau mertuanya ?

SUAMI ADALAH TIKET SURGA BAGI ISTERI

Dia harus didahulukan daripada orang tua isteri. Hal ini terjadi karena PERNIKAHAN, yauitu proses IJAB dan QABUL (serah-terima) antara orang tua atau wali kepada suami. Sehingga hak dan kewajiban orang tua telah BERPINDAH kepada SUAMI.

Rasulullah SAW,

"Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata dia, "Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: "Wahai Rasulallah, siapakah orang yang paling besar haknya atas seorang wanita? Beliau menjawab: "Suami wanita itu."

Aku bertanya lagi: "Siapakah yang paling besar haknya atas seorang laki-laki?" Rasulullah menjawab: "Ibu laki-laki itu."

(Hadis Riwayat Imam Hakim, dalam kitab Al Mustadrak jilid 4 halaman 150).

"Setiap istri yang meninggal dunia dan diridhai oleh suaminya, maka ia masuk surga." (HR At-Tirmidzi)
Rasulullah dalam hadist, “Apabila wanita telah melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya, niscaya dikatakan untuknya, masuklah surga dari pintu mana saja yang engkau sukai." (HR Ahmad & Thabrani).

ORANG TUA ADALAH TIKET SURGA BAGI SUAMI

َوَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا, عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ )

أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ
“Dari Abdullah Ibnu Amar al-’Ash Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Keridloan Allah tergantung kepada keridloan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.”

(Hadits Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim)
Sesuai dengan hadist Rasulullah SAW yang ditulis di atas, bahwa bagi seorang laki-laki, orang tuanya adalah lebih utama. Termasuk dibandingkan dengan istri dan anak-anaknya. Hal inipun bisa kita lihat dari kisah tiga orang yang terperangkap di dalam gua.

Di sini hanya akan sedikit “mengutip” cerita tentang orang pertama yang ada hubungan dengan hadist tersebut.

Suatu hari, ada tiga orang yang sedang dalam perjalanan, karena kemalaman merekapun memutuskan untuk berlindung di dalam gua. Setelah mereka ada di dalam gua, kemudian pintu gua tertutup oleh sebuah batu besar dan mereka walaupun dengan sekuat tenaga, tak bisa memindahkannya.

Kemudia salah seorang dari mereka berkata “"Sungguh, tiada satupun yang dapat menyelamatkan kita dari bahaya ini. Kecuali jika kita berdoa kepada Allah dengan menyebutkan AMAL SHOLIH yang pernah kita lakukan."

Kemudian orang pertama berdoa “Ya Allah, sesuangguhnya aku tidak pernah memberi minum susu siapapun termasuk anakku yang balita sebelum aku memberi minum susu orang tuaku. Suatu hari ketika aku pulang ke rumah, aku mau memberikan susu untuk orang tuaku, tetapi ternyata mereka sudah tidur dan aku tidak mau membangunkan mereka. Sungguh, aku menunggu mereka bangun sampai terbit fajar sambil membawa susu walaupun anakku menangis merengek-rengek minta susu di bawah kakiku. Sungguh jika aku melakukan ini karena mengharap ridhomu, maka bukakanlah pintu gua tersebut.” Kemudian pintu gua tersebut terbuka sepertiganya.

Dari kisah ini kita belajar, bahwa mendahulukan segala urusan orang tua bagi seorang laki-laki adalah yang utama. Karena ridho Allah bagi seorang laki-laki ada pada ridho orang tuanya.

Maka bila seorang laki-laki mempunyai istri yang senantiasa mendorong dan memotivasi suaminya untuk selalu berbuat baik pada orang tuanya, lebih mendahulukan mereka dari pada dirinya dan anak-anaknya, maka sungguh wanita seperti inilah yang bisa menjadi TANGGA bagi suaminya untuk masuk ke surga, dan otomatis isterinya akan MENGIKUTI suaminya ke SURGA karena keridloan suaminya sesuai hadits di atas.

Dan sebaliknya, seorang istri yang senantiasa selalu berusaha memicu permusuhan antara suami dan orang tuanya, maka dialah seburuk-buruk istri. Suami dan isterinya akan masuk neraka, kecuali meminta maaf dan memohon ampun kepada Allah ta'ala, dan mendapat ampunan-Nya.

SUAMI HARUS MENGAJAK ISTERINYA BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUANYA

Suami yang taat kepada Allah, dia akan mendorong dan mendukung isterinya berbakti kepada kedua orang tuanya.

Sehingga bila isteri akan membantu kedua orang tuanya harus seijin suaminya.

Sesuai firman Allah ta'ala :
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbuat baik) kepada kedua orang tuanya, (terutama kepada ibunya), karena ibunyalah yang mengandungnya dengan berbagai susah payah, dan menyapihnya dalam (umur) dua tahun. Oleh karena itu hendaklah kamu bersyukur kepada Ku (hai manusia) dan juga kepada Kedua orang tuamu.” ( QS. Luqman 14 )
Wallahu a'lam bishshawab
"Allah memberikan HIKMAH kepada sesiapa yang dikehendakinya. Dan barangsiapa yang diberi HIKMAH, sungguh telah diberi KEBAIKAN yang BANYAK." (QS 2:269)

READ MORE - Tiket Ke Surga Bagi Suami dan Istri

Agar Rumah Lebih Nyaman

Agar Rumah Lebih Nyaman - Setelah lelah bekerja seharian, setiap orang ingin sekali mendapati rumahnya yang nyaman, seolah menyapa riang. Dengan begitu, capek akan hilang dan istirahat pun bisa dinikmati lebih nyaman. Tanpa itu, pikiran tetap akan kusut.

Steven Bernstein MA, seorang psikoterapis menilai, bahwa mendekorasi ruangan rumah dengan baik akan turut memberi rasa nyaman pada penghuninya. Rumah seperti istana, yang memberikan atmosfir menenangkan, bukan memusingkan.

Menurut dia, ada lima hal yang bisa membantu bagaimana membuat rumah berasa lebih nyaman. Simak berikut ini:

rumaH.jpg

1. Pilihan warna

Pemilihan warna dinding maupun interior ruangan sangat mempengaruhi mood penghuninya. Beberapa warna biasanya membawa mood masing-masing, seperti warna terang lebih memberi ruang lepas dan tampak luas, sehingga suasana teraa lebih cerah dan terang.

Biasanya, ruang dapur dan kamar mandi lebih pas kalau diberi warna terang untuk menyambut datangnya pagi. Sementara penggunaan warna gelap membawa kesan mendalam dan intim. Ruang tamu bisa dibuat dengan nuansa ini agar menambah kesan teatrikal.

Untuk meraih kesan pertama masuk rumah, Anda bisa mencoba warna hijau atau yang membuat mata nyaman. Intinya, pilihlah warna yang menginspirasi, bukan sebaliknya.

2. Gabungan klasik dan modern

Banyak orang menyukai konsep modern, tapi tak sedikit juga yang lebih suka vintage atau klasik. Nah, kenapa tidak gabungkan saja? Bisa jadi, meja ruang makan adalah kayu mahogani klasik, sementara lampu ruang tengah adalah versi modern. Untuk hiasan dinding, Anda juga bisa menampilkan lukisan portrait atau landscape.

Namun, hal utama perlu diperhatkan untuk menggabungkan kedua konsep desain itu adalah keseimbangan. Setiap layer dari ruang bisa dikombinasi antara yang klasik dan modern. Stimulasi keduanya akan membuat sesuatu yang menarik dilihat.

3. Benda keberuntungan

Kedengarannya agak jadul, tapi saat ini banyak sekali benda keberuntungan untuk hiasan kamar atau rumah, seperti penghalau mimpi buruk yang digantung di langit-langit. Menemukannya juga tidak sulit, karena banyak dijual di toko-toko, supermarket dan terutama galeri yang menjual peralatan rumah tangga. Efek dari benda-benda unik ini adalah memberi kesan menyenangkan dan nuansa kreativitas.

4. Labrak batas aturan (dengan matang)

Peraturan untuk dilanggar? Rasanya hanya cocok untuk desain interior rumah, bukan peraturan lalu lintas atau peraturan umum yang bisa mengganggu kenyamanan bermasyarakat. Disebut cocok, terutama untuk beberapa mitos seperti, setiap barang haruslah cocok satu sama lain. Padahal, belum tentu, karena terkadang membuatnya tidak tampak konsisten atau diagonal dan asimetris sehingga membuat tampilan lebih nyeleneh dan nyentrik.

Sia[a bilang ruang tamu harus ada sofa? Kenapa tidak memberi ruang lepas dan menggantinya dengan kursi berwarna? Memberinya karpet atau sejenisnya pada ruang tamu akan membuatnya lebih tampil beda.

Ruangan pun tidak harus disesuaikan dengan fungsinya. Pasalnya, dapur pun bisa didesain dengan kombinasi perpustakaan dengan meletakkan beberapa buku dan novel di sana.

5. Sedikit itu berkesan

Jangan percaya dengan ungkapan, the more, the better! Lebih baik Anda menanamkan prinsip sedikit tapi memberi nilai lebih. Penempatan benda di ruangan mestinya lebih menggunakan sudut pandang kenyamanan dan ruang lepas. Minimalis juga bisa jadi pilihan, bukan. ( Kompas.Com )

READ MORE - Agar Rumah Lebih Nyaman

Pernahkah menghitung berapa kali Anda bertengkar dengan pasangan tiap tahun?

Pernahkah menghitung berapa kali Anda bertengkar dengan pasangan tiap tahun? - Bila pertengkaran terjadi sekitar 200 kali setahun, hubungan Anda masih tergolong bahagia. Tapi, seandainya sampai mendekati 400 kali setahun, pasti ada sesuatu yang salah dalam hubungan. Posisi hubungan Anda berada di tengah-tengah bila jumlah kasus pertengkaran yang terjadi masih di sekitar 312 kali dalam setahun. Demikian simpulan penelitian terhadap 3.000 pasangan yang dilakukan perusahaan Betterbathrooms.

Faktor Penyebab Perceraian 

Studi ini mengungkapkan bahwa sebagian besar pertengkaran terkait masalah kebersihan, seperti meninggalkan cangkir kotor atau membiarkan barang berantakan dan berceceran di rumah.


http://jackdum.files.wordpress.com/2011/02/bertengkar1.jpg

Masalah toilet dianggap sebagai sesuatu yang paling sering jadi pemicu pertengkaran.Pasangan seringkali bersitegang karena toilet ditinggalkan dalam keadaan kotor, tidak disiram, atau tidak mengganti kertas toilet. Biasanya, pertengkaran terjadi sekitar pukul 20.00 malam. 

Menurut studi yang dikutip dari laman Genius Beauty, pertengkaran pasangan soal kebersihan, rata-rata menghabiskan waktu selama 10 menit. Berikut ini merupakan daftar penyebab pertengkaran yang paling sering disebut orang yang telah berpasangan: 
  1. Tidak mencuci rambut bekas cukur 
  2. Meninggalkan toilet dalam keadaan kotor 
  3. Terlalu sering memindah saluran televisi 
  4. Tidak mengganti tisu toilet yang kosong 
  5. Lupa menutup dudukan toilet 
  6. Lupa mematikan lampu 
  7. Membiarkan alat makan kotor dimana-mana 
  8. Membiarkan handuk basah tergeletak 
  9. Tidak menyimpan barang-barang pada tempatnya 
  10. Meninggalkan toilet tanpa menyiram 
Sebenarnya hanya kebiasaan-kebiasaan kecil yang memacu timbulnya pertegkaran. Melihat hal tersebut hendaklah kita mampu meminimalkan agar hubungan dengan pasangan tetap harmonis. Banyak sekali cara untuk menghangatkan hubungan dengan pasangan anda, salah satunya dengan menghindari hal-hal tersebut. 

 Mudah-mudahan dapat bermanfaat dan dapat menghindari perceraian. [vivanews.com]

READ MORE - Pernahkah menghitung berapa kali Anda bertengkar dengan pasangan tiap tahun?